Geng: Pengembaraan Bermula
Penampilan
Geng: Pengembaraan Bermula merupakan filem cetera animasi 3D CGI pertama yang dihasilkan di Malaysia. Filem yang telah dibangunkan oleh syarikat Les' Copaque Production ini telah ditayangkan di pawagam-pawagam seluruh Malaysia pada 12 Februari 2009.
Lim
[sunting | sunting sumber]- Haa, peribahasa Melayu kata: sediakan payung sebelum hujan. [tersedar] Eh haah la, payung!
- [tengok bingkai gambar Badrol masa kecil dengan Tok Dalang] Hmph, aku lagi comel.
- [tengok Rajoo berbisik ke Sapy] Macam tak betul je budak ni!
Ros
[sunting | sunting sumber]- [marah kepada Upin Ipin] Bertuah punya budak, angsa kejar baru tau! Iihh!! [geram]
Upin
[sunting | sunting sumber]- Hmph, kenal sangat! Orang tua kedekut tu (Tok Dalang), satu kampung tau!
Tok Dalang
[sunting | sunting sumber]- Aih, orang muda pun letih?
Muthu
[sunting | sunting sumber]- Apa ini budak, main saja tau. Heh!
- Ha, apa mau minum? [tarik nafas] Teh ais ada, teh tarik ada, Milo ais, teh O panas, teh O ais, barli ais, air kosong, air suam; makan? Roti kosong ada, roti telur ada, roti sardin, roti planta, mi goreng, Maggi goreng, Maggi goreng telur mata ada, nasi lemak, nasi goreng, nasi goreng pataya ada, semua pun ada!
Ah Tong
[sunting | sunting sumber]- Haiya, mana ada hantu! Itu, musang makan ma. Gua sudah lama ini kampung o. [hembus rokok] Mana ada hantu, ini lagi hantu makan durian ah? Mana ada butut!(?)
Sally
[sunting | sunting sumber]- [ke Muthu] Hmph, tak apalah! Tengok muka kau pun dah kenyang. Tak kuasa aku!
Dialog
[sunting | sunting sumber]- Tok Dalang: Ha, tengok ni, tengok. [tunjuk kesan tapak kaki] Mana ada manusia ke, binatang ke, tapak kaki macam ni!
- Wartawan: Tapi ... ini kan tapak kaki manusia.
- Tok Dalang: Mana ada! Tengok ni, [tunjuk] jari dia kan panjang sikit.
- Wartawan: Ini ... tapak kaki Atok ni.
- Tok Dalang: Eh, haah la! Bukan yang ni.
- [Pemandu bas membuat isyarat untuk pergi]
- Anak pemandu bas: [pergi] Hmph, nasib baik kau bapak aku.
- [Badrol dan Lim berjalan kaki]
- Lim: Aduh, penatnya, Badrol. Bila nak sampai ni? Tadi kau kata dah dekat.
- Badrol: Isy, bisinglah kau ni! Aku pun penat jugak!
- Lim: Kau penat je. Aku haus sekali.
- Lim: Wah, rumah siapa tu? [tunjuk gudang Pak Mail di atas bukit] Besarnya!
- [Pak Mail dan Singh pandang sesama sendiri]
- Pak Mail: Eh, kau jangan pergi tempat tu!
- Badrol: Kenapa, pak cik?
- Pak Mail: Rumah tu ... dah lama kena tinggal. Orang kata tempat tu "keras".
- Lim: Keras?
- Pak Mail: [mendecit] Berhantu! Korang pernah dengar cerita pasal Hantu Durian?
- [Lim mengangguk mengiakan]
- Pak Mail: Haa, ada orang nampak Hantu Durian berkeliaran dekat situ malam-malam. Jadi kamu jangan sekali-sekali pergi sana.
- [Lim dan Badrol memandang sesama sendiri]
- [Muthu sedang menarik teh]
- Ipin: Ha, tarik lagi uncle, tarik!
- Upin: Bos, teh tarik satu!
- Muthu: Ceh, poodah!
- Sally: Abang Buntal, kuih tak ada ke? Lapar nih!
- Muthu: Belum sampai lagi, adik manis.
- [Upin dan Ipin tertawa]
- Upin: [tunjuk ke Sally] Adik manis ...
- Mak Uda: Eh, Salleh!
- Sally: Eh, apa ni? Nama kita Sally lah! S.I.L.L.Y. [tersedar] Eh?
- Muthu: Eh, Silly?
- Sally: Hm, apa-apa je lah!
- Sally: Pak Mail! Oo, Pak Mail!
- [Pak Mail turun dari lori]
- Sally: Pak Mail!
- [Pak Mail terus tak menghiraukan Sally]
- Sally: Woi, pekak ke?!
- Pak Mail: [terkejut] Hah, apa hal?
- Sally: [berdehem] Sal takutlah! Tadi kat warung, diorang semua cerita pasal Hantu Durian. Ee, kecut Sal.
- Pak Mail: [mendecit] Ah, tak ada apalah! [air liur merecik]
- Sally: Tak ada apa, tak ada apa. Tutuplah mulut tu, tempiaslah!
- Badrol: Abah dengan mak kirim salam.
- Tok Dalang: Haih, salam aje?
- Badrol: Dah tu apa lagi, Tok?
- Tok Dalang: [geleng kepala] Hmm, kirimlah duit ke, cek ke, ini kirim salam aje.
- Badrol: [lepas menang lumba motor] Haha, sedap kau makan asap?
- Lim: Ah, kau nasib baik aje! Aku bagi chance tadi!
- Badrol: Eleh, konon!
- Lim: Atok, macam mana rupa hantu tu?
- Tok Dalang: Uih, mengerikan! Mata dia merah saga! Gigi dia tajam! Kalau dia tangkap kau, [menggeletar] huhuih! Ada sekali tu, Pak Dollah — kau kenal Pak Dollah? Kenal?
- [Lim mengangguk]
- Tok Dalang: Ha, dia nampak sampai tiga sekali! [tunjuk empat jari]
- Lim: [telan air liur] Ti- tiga tok. [menggulungkan jari keempat] Atok, pernah nampak ke?
- Tok Dalang: Eh! Emm- Eh, dahlah! Atok nak pergi ke dusun dulu. [bangun]
- Badrol: Pergi dusun? Tak takut ke?
- Tok Dalang: Tak. Kalau terserempak, atok kuntaulah dia. [turun tangga]
- Lim: Berani betul atok kau!
- Badrol: Huh, aku lagi berani-
- Tok Dalang: [dari belakang] Baa!
- [Badrol dan Lim terkejut]
- Badrol: Isy, atok ni!
- Tok Dalang: Hehehe. Atok pergi dulu. [beredar menunggang motorsikal]