Kartini
Penampilan
Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904) ialah tokoh hak asasi wanita Indonesia. Beliau dilahirkan dalam keluarga bangsawan Jawa di Hindia Belanda (Indonesia sekarang). Selepas bersekolah di sekolah rendah berbahasa Belanda, beliau ingin melanjutkan pelajaran, tetapi wanita Jawa pada masa itu dilarang daripada pendidikan tinggi. Sebaliknya, Kartini memasuki masa pengasingan yang diamanatkan untuk gadis remaja sehingga mereka berkahwin. Beliau menimba ilmu dengan membaca buku dan berkomunikasi dengan orang Indonesia dan Belanda. Bapanya membenarkan dia masuk ke dalam komuniti bermula pada tahun 1896, walaupun dia kekal sebagai wanita bujang yang belum berkahwin.
Petikan
[sunting | sunting sumber]- "Habis gelap, terbitlah terang."
- "Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?"
- "Agama memang menjauhkan kita dari dosa tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama"
- "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkan dirimu adalah sikapmu sendiri"
- "Cinta itu mahakuasa, demikianlah sudah berabad-abad dinyatakan dan dibuktikan....."
- "Dengan menolong diri sendiri, akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna"
- "Hormati segala yang hidup, hak-haknya, juga perasaannya....."
- "Jangan biarkan kegelapan kembali datang jangan biarkan kaum wanita diperlakukan semena-mena"
- "Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang"
- "Kita berharap untuk dicintai bukan ditakuti..."
- "Perempuan adalah pembawa peradaban."
- "Setiap waktu kemajuan perempuan itu ternyata merupakan faktor penting dalam peradaban bangsa."